Cara Praktis membuat pupuk hayati/Biofertilizer

Langkah pembuatan Biofertilizer
1. Isolasi bakteri unggul pengikat nitrogen (N), pelarut fosfat (P), pelarut Kalium (K), decomposer, dan agen biokontrol
2. Uji masing masing potensinya
3. Lakukan optimasi pertumbuhan (sumber karbon, variasi pH, suhu, ketahanan terhadap garam dll)
4. Buat preparasi inokulum atau kurva pertumbuhan untuk mendapatkan fase pertumbuhan eksponensial
5. Lakukan produksi masing masing mikroba

6. uji skala pot dan lapang terbatas; multilokasi dan multikomoditas

7. Regsitrasi ke Balittanah bogor

 

Biofertilizer

Biofertilizer; Bio NPK dan Biohormon
Oleh: Nurosid, S.Si
Perkembangan biofertilizer saat ini di Dunia telah pesat. Berbagai negara seperti India, Thailand, Jepang, Cina, Brazil, Taiwan dan Negara maju lainnya telah lama beralih dari pupuk kimia ke arah pupuk biologi.
Pupuk biologi atau yang disebut juga dengan Biofertilizer dinilai lebih bermanfaat baik ke tanaman maupun ke lingkunagan.
Manfaat Ke tanaman karena Biofertilizer mengandung sejumlah mikroba yang mampu menyediakan nutrisi bagi kebutuhan tanaman, seperti Nitrogen, fosfat, Kalium, dan Biohormon. Sejumlah mikroba yang diketahui mampu menyediakan sumber nitrogen diantaranya adalah Azotobacter, Azospirillum, Herbaspirillum, Rhizobium, Clostridium, Azola pinata, Cyanobacter dan lain-lain. Mikroba-mikroba ini bertugas mengikat nitrogen bebas dan kemudian diubah menjadi amoniak yang selanjutnya akan dimanfaatkan oleh tanaman. Sementara kelompok mikroba kedua adalah Bacillus, Azospirllum, Pseudomonas, dan mikoriza. Kelompok mikroba ini bertugas melarutkan fosfat (P) yang tdiak larut menjadi fosfat terlarut sehingga dapat diserap oleh tanaman. Ke tiga adalah kelompok mikroba pelarut kalium (K), yakni dari kebanyakan adalah Bacillus. Terakhir adalah mikroba penyedia biohormon. Biohormon adalah hormon yang dihasilkan oleh mikroba untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Mikroba-mikroba penyedia biohormon adalah Azotobacter, Azospirillum, Pseudomonas, dan Bacillus. Pada umumnya, biohormon dapat berupa auksin, sitokinin, dan giberelin. hormon-hormon ini sangat diperlukan oleh tanaman, baik untuk perkecambahan, pertumbuhan tunas dan batang, perpanjangan akar, pembungaan maupun pembuahan.