Azotobacter ADALAH MAKHLUK UNIK CIPTAAN ALLOH SWT

Azotobacter ADALAH MAKHLUK UNIK CIPTAAN ALLOH SWT
Oleh :
Nurosid, S.Si, 10 Maret 2009
Laboratorium Bakteriologi Bidang pengkajian dan penerapan teknologi Agrokimia Bioindustri BPPT

Jika kita memperhatikan tanda-tanda kebesaran Alloh SWT, maka tiada yang pantas diucapkan selain memuji dengan Lafad Subhanalloh, sungguh agung dan kaya akan ciptaan Alloh. Betapa pun tidak, jika kita mentadaburi ciptaan Alloh yang ada di alam ini. Sebut saja bakteri Azotobacter, adalah salah satu dari sekian banyak makhluk Alloh yang berukuran sangat kecil. Alloh SWT menciptakan makhluk sekecil ini tentunya tidak sia-sia. Azotobacter di dalam tanah berperan dalam pengaturan siklus nitrogen, yaitu melakukan fiksasi nitrogen dan mengubahnya menjadi Ammonia (NH3). Atas kehendak Alloh SWT, di dalam sel bakteri ini diciptakan sebuah alat yang berperan dalam biokatalis, yaitu enzim nitrogenase. Enzim inilah yang berperan dalam mengubah N2 menjadi NH3.

Bakteri ini memiliki cirri-ciri yang berbeda dengan bakteri lain. Jika kita melihat bentuk koloninya, misalnya; bentuknya bulat, bening, keruh atau opaque, dan putih, permukaannya halus mengkilap, tepi rata,dan berlendir. Subhanalloh. Lihat gambar berikut tentang koloni Azotobacter:

azotobacter Pada Gambar 1. adalah koloni Azotobacter dengan tipe bulat bening dan bulat keruh yang ditumbuhkan pada medium free nitrogen Jensen Agar. Sedangkan pada Gambar 2. adalah koloni Azotobacter vinelandii TR07 yang ditumbuhkan pada free medium nitrogen Jensen Agar dengan pewarna Red Congo. Koloni merupakan kumpulan dari unit sel. Unit sel adalah kumpulan dari sel-sel Azotobacter. Diameter koloni Azotobacter berkisar antara 3-16 mm.

Setelah kita mengenal koloni Azotobacter, mari kita mengenal selnya. Bentuk sel Azotobacter bermacam-macam, dari bentuk batang pendek, batang, dan oval serta bentuk yang bermacam-macam, sehingga bakteri ini dikenal sebagai bakteri dengan bentuk sel pleomorfik. Hasil penelitian Nurosid (2007), Azotobacter vinelandii TR07 yang diisolasi dari tanah dekat perakaran padi bentuk selnya batang pendek. Ini adalah salah satu spesies dari Genus Azotobacter. Bakteri ini umumnya Gram negative, namun spesies tertentu dari bakteri ini Gram variabl. Artinya, pada saat berumur muda bakteri ini Gram negatif, namun setelah berumur tua akan berubah menjadi Gram positif. Subhanalalloh. Berikut adalah salah satu bentuk sel Azotobacter dan hasil pewarnaan Gram.

sel-azotoGambar 3. memperlihatkan bahwa bentuk sel Azotobacter batang pendek sedikit oval. Sel ini memiliki banyak flagel yang tersebar diseluruh selongsong selnya, sehingga dinamakan bakteri yang memiliki flagel bertipe peritrik.Pada kondisi yang kurang baik bagi Azotobacter, maka ia akan membentuk kista, bentuk adapatasi pada lingkungan yang kurang menguntungkan. Alloh menciptakan keadaan semacam ini supaya makhluk ciptaannya tidak mati. Subhanalloh. selain itu, Alloh juga mengatur sedemikian rupa sehingga pada saat kondisi seperti ini maka dibentuklah sebuah cadangan makanan yang ditempatkan pada lapisan paling luar dari mantel kista.

Iklan

RAHASIA ALLOH MENURUNKAN AIR HUJAN

RAHASIA ALLOH MENURUNKAN AIR HUJAN;MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN TANAMAN

Oleh:

Nurosid, S.Si 09 Febrari 2009

Laboratorium Bakteriologi, Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bioindustri BPPT

Air hujan yang Alloh SWT turunkan memiliki nilai keuntungan bagi kehidupan di muka bumi. Termasuk diantaranya adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Tumbuhan adalah salah satu makhluk Alloh dibumi yang membutuhkan air termasuk air hujan untuk pertumbuhannya. Ternyata, air hujan juga mampu mendistribusikan nitrogen bebas ke dalam tanah. Saat di dalam tanah ini, nitrogen bebas (N2) dalam bentuk gas ini akan difiksasi / diikat oleh enzim yang dikeluarkan oleh bakteri tanah seperti Azospirillum sp., Azotobacter sp., Rhizobium sp., Baradyrhizobium sp., untuk diubah menjadi amoniak/NH3. Amoniak inilah yang setelah bercampur dengan air akan mendapatkan ion H menjadi amonium. Amonium di dalam tanah ini yang nantinya akan diserap oleh bulu akar tanaman dan dialirkan kedaun untuk diolah menggunakan pembuluh xylem bersama unsur hara lainnya.

Amonium ini setelah di daun kemudian diolah, dan selanjutnya didistribusikan ke seluruh jaringan tumbuhan oleh pembuluh floem bersama unsur hara yang telah diolah juga. Hal inilah yang membuat tanaman menjadi cepat tumbuh dengan cepat. Sedangkan Amoniak yang berada di dalam tanah akan meningkatkan derajat ke asaman menjadi basa. Jika kita renungkan, betapa teraturnya proses tersebut. Tidak mungkin proses tersebut terjadi dengan sendirinya. Pastilah ada sang Maha Pengaturnya. Yaitu Alloh SWT. Dalam Alqur’an banyak dijelaskan bahwa Alloh menciptakan langit dan bumi serta isinya supaya kita dapat mengambil pelajaran darinya agar kita lebih dekat dan bertakwa kepada Alloh SWT.

Alginat dari Bakteri

ALGINAT DARI BAKTERI

Oleh : Nurosid, 05 Fembruari 2009

Laboratorium Bakteriologi, Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agrokimia BPPT, Puspitek Serpong.

Alginat merupakan salah satu bahan terpenting dalam dunia industri. Termasuk industri makanan, industri tekstil, industri farmasi dan industri pertanian sangatlah membutuhkan alginat. Kebutuhan alginat sendiri di Indonesia mencapai lebih dari ratusan ton per tahun. Alginat ini di peroleh dari impor negara lain. Tentunya menjadi tantangan untuk mengembangkan alginat dalam negeri.

Sampai sejauh ini, Indonesia masih memproduksi alginat dalam skala kecil yang diketahui berasal dari rumput laut. Jika kita ingin memproduksi alginat dari rumput laut coklat seperti Sargasum dan Laminarin, maka kita harus membudidayakan rumput laut dengan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 4-5 minggu. Penanganan juga harus intensif dikontrol, karenarumput laut harus ditanam di laut. Tentunya kondisi dan Faktor gagal pun dapat terjadi karena musim pun akan mempengaruhi kecepatan arus dan tinggi rendahnya gelombang air laut.

Alternatif lain yang telah umum dilakukan oleh negara-negara maju untuk memproduksi alginat adalah menggunakan mikroorganisme. Selain mudah pengontrolannya juga lebih cepat pemanenannya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan cepat. Beberapa bakteri yang diketahui dapat memproduksi alginat adalah Pseudomonas cepacia, Pseudomonas aeruginosa dan Azotoacter vinelandii. Kelompok bakteri Pseudomonas dapat memproduksi alginat, namun bakteri ini bersifat patogen pada manusia, sedangkan A.vinelandii merupakan bakteri tanah pemfiksasi nitrogen memiliki potensi untuk dikembangkan untuk memproduksi alginat karena tidak bersifat patogen pada manusia.

lipase Azospirillum sp.

KEMAMPUAN Azospirillum sp. JG3 DALAM MENGHASILKAN LIPASE PADA MEDIUM CAMPURAN DEDAK DAN ONGGOK DENGAN WAKTU INKUBASI BERBEDA
Nurosid 1) , Drs. Oedjijono, M.Sc.2, Puji Lestari, S.Si., MSi.3
1)Pemrasaran 2)Pembimbing 1 3)Pembimbing 2
ABSTRACT
A Research was conducted to know capability of Azospirillum sp. JG3 in producing lipase and effect of different time incubations to produce lipase by Azospirillum sp. JG3 in a mixture of rice bran and tapiocca waste. Qualitative test on the capability of Azospirillum sp. JG3 to produce lipase conducted in vitro and quantitative test of lipase production by the bacterium conducted experimentally used completely Randomized Design Method (RDM). Treatment was incubation times and each treatment was repeated three times. Lipase activity produced by Azospirillum sp. JG3 was measured by titration of fatty acids liberated from olive oil with 0,05 N NaOH. Result of the research showed that Azospirillum sp. JG3 grown in a mixture of rice bran and tapiocca waste was capable of producing lipase. Based on Analisis of Varians (ANOVA) affect of incubation times to lipase activity produced by Azospirillum sp. JG3 was very significant different (P<0,01). The highest lipase production found at incubation
time of 96 h with activity equal to 0,266 U/minute.
Key word : Azospirillum sp. JG3, rich bran, tapiocca wate, lipase, time incubation
makalah lengkap download di simakalah lipaseni

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TEMPE

MENJADI PRODUK YANG BERMANFAAT

Oleh : Nurosid, S.Si

CP: 08996626114/nurrosyidt@yahoo.co.id

Pendahuluan

Pengolahan pembuatan tempe akan menghasilkan produk sampingan, yaitu berupa limbah cair tempe. Pembuangan limbah cair tempe dilingkungan akan mengganggu keseimbangan lingkungan, bahkan dapat mencemari lingkungan sekitar. Tentunya hal ini akan berbahaya jika sampai menggenangi selokan atau aliran sungai, karena di sana akan ditumbuhi oleh bakteri-bakteri berpenyakit, meskipun banyak juga bakteri yang bermanfaat. Padahal limbah cair tempe tersebut memiliki kandungan makanan kompleks seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Jika dimanfaatkan secara tepat maka akan mengurangi pencemaran lingkungan dan menghilangkan sumber penyakit.

Pemanfaatan yang sederhana untuk bisa kita lakukan adalah dibuat sebagai pupuk cair dan makanan sehat “ nata de soya”. Pupuk cair berisi bakteri yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Peran bakteri bermanfaat dalam pupuk cair ini adalah mengikat nitrogen (N), fosfor (P), Kalium (K) dan unsur lain untuk kebutuhan tanaman, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Sedangkan fungsi limbah cair tempe pada pembuatan pupuk cair adalah sebagai sumber makanan bagi bakteri bermanfaat sehingga bakteri tersebut akan memperbanyak diri sebelum pupuk itu digunakan.

Seperti halnya pada pengolahan limbah cair tempe menjadi pupuk cair, limbah ini juga dimanfaatkan sebagai sumber makanan bagi bakteri/bakteri bermanfaat A. xylinum menjadi nata de soya. Nata de soya merupakan makanan sehat berserat seperti nata decoco (dibuat dari air kelapa) yang dibuat limbah cair tempe atau tahu. Bakteri atau bakteri yang digunakan untuk pembuatan nata de coco maupun nata de soya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan penyakit, justru produk nata de soya yang dihasilkan bermanfaat bagi tubuh karena dapat menyerap zat beracun dan lemak yang berlebihan dalam tubuh.

Tujuan

1. Pengolahan limbah cair tempe menjadi Pupuk Cair Produktif (PCP)

  1. Pengolahan limbah cair tempe menjadi makanan berserat nata de soya

ISI

Bahan dan Alat yang diperlukan pada pembuatan PCP

Dandang dan sejenisnya, limbah cair tempe, biang/starter EM4, ember cat, kompor

Cara kerja pembuatan PCP

1. Sebanyak 10 liter limbah cair tempe direbus hingga mendidih menggunakan dandang selama 15-20 menit.

2. Siapkan ember cat berukuran 20 liter.

3. Limbah cair yang masih panas tersebut dimasukkan ke dalam ember lalu didinginkan.

4. Setelah dingin, tambahkan biang/starter EM4 sebanyak 5-10 % v/v

5. Limbah cair yang telah ditambah starter EM4 selanjutnya disimpan pada suhu rungan selama 7 hari. Satrter ini berisi populasi bakteri bermanfaat.

6. Pembuatan pupuk cair berhasil jika saat dibuka dan berbau seperti urea atau bau busuk.

7. Pupuk cair dari limbah tempe sudah siap digunakan untuk memupuk tanah disekitar tanaman atau sayuran.

8. Jika ingin ditambah unsur KCl maka bisa ditambahkan air rendaman sabut kelapa (perbandingan perendaman sabut kelapa dan air = 50 : 50) selama 5 hari.

9. Jika belum digunakan dalam jangka dekat, sebaiknya penambahan starter < 3% (misal 1%).

Bahan dan Cara Kerja pembuatan starter nata dari alam

Formula untuk 5 liter:

1. Nanas 3 buah

2. Urea 12,5 g

3. Gula pasir ½ kg

4. Asam asetat secukupnya (pH 3)/37 ml asam cuka untuk 5 liter

Cara Kerja :

1. Tiga buah nenas lewat masak dikupas, dicuci, dan dipotong – potong.

2. Potongan buah nenas tersebut, kemudian dihancurkan dengan menggunakan

3. Blender dan ditambahkan dengan 5 liter air

4. Hancuran nenas kemudian direbus dan setelah mendidih disaring untuk mendapatkan filtratnya. Sebanyak 5 liter filtrat diambil untuk bahan media.

5. Filtrat dipanaskan sampai mendidih kemudian ditambah dengan gula pasir, urea, dan asm asetat atau asam cuka (sampai pH 3)

6. Seperti formula diatas dan tambahkan Natrium acetat atau sedikit demi sedikit

7. Masukkan dalam botol steril masing-masing 600 ml dan tiap wadah ditutup dengan kertas koran steril/plastik dan diikat dengan karet gelang

8. Dinginkan dan inkubasikan di ruang inkubasi selama 6-8 hari.

9. Starter berhasil dibuat jika terdapat lapisan nata yang mengapung dipermukaan.

Bahan dan Alat yang diperlukan pada pembuatan nata de soya

Limbah cair tempe 5 liter, starter nata decoco/nata de soya, pupuk urea/ZA 6,25 g, asam cuka atau suka sari 37,5 ml agar pH menjadi 3, kompor, gula pasir 500 g, dandang, panci berukuran 5 liter, botol sirup, nampan, saringan, plastik atau kertas koran, sikat, corong, dan solasi

Cara kerja pembuatan starter nata de soya

1. Rebuslah 5 liter limbah cair tempe hingga mendidih, kemudian ditambah pupuk urea dan gula pasir sambil diaduk. Terakhir ditambah asam cuka (jika perlu)

2. Selanjutnya dituang ke dalam botol yang telah dibersihkan sebelumnya dan dikukus selama 15 menit, lalu dinginkan selama 7 jam.

3. Tambahkan starter nata de soya sebanyak 3-5% v/v

4. Tutup rapat botol tersebut dan simpan pada tempat yang rata dan tidak tergoyang pada suhu 28-29oC atau suhu ruangan selama 7-8 hari.

5. Starter nata de soya siap digunakan.

Cara kerja pembuatan nata de soya

6. Rebuslah 5 liter limbah cair tempe hingga mendidih, kemudian ditambah pupuk urea dan gula pasir sambil diaduk. Terakhir ditambah asam cuka

7. Selanjutnya dituang ke dalam botol yang telah dibersihkan sebelumnya dan dikukus selama 15 menit, lalu tuangkan ke dalam nampan yang telah ditutup dengan plastik atau kertas koran ¾ bagian dan dinginkan selama 7 jam.

8. Tambahkan starter nata de soya sebanyak 3-5% v/v

9. Tutup rapat ¼ bagian nampan tersebut dan simpan pada tempat yang rata dan tidak tergoyang pada suhu 28-29oC atau suhu ruangan selama 8-12 hari.

10. Nata de soya yang terbentuk seperti lapisan dan siap dipanen serta diolah.

Cara pengolahan nata de soya

1. Nata de soya dibersihkan kotoran yang menempel dan lendirnya dengan cara menyikat menggunakan sikat halus.

2. Nata de soya kemudian di potong-potong seperti dadu menggunakan gunting atau pisau yang tajam.

3. Potongan-potongan nata de soya tersebut selanjutnya di peras dengan kain kassa atau sejenisnya supaya air yang terdapat pada potongan dadu nata de soya berkurang-hilang/ atau sampai terasa hambar.

4. Selanjutnya potongan nata seperti dadu itu direndam dengan air yang telah direbus hingga bentuk seperti dadu

5. Rebuslah air yang ditambah gula dan sirup sesuai selera, masukkan nata de soya tersebut lalu dinginkan.

6. Nata de soya siap dihidangkan atau di jual.

Ciri-ciri nata yang baik dan berhasil dibuat :

– tidak ada kontaminasi oleh jamur

– lebih padat dan rekat

– warna putih kekuningan

– ketebalan rata dan tidak berlapis-lapis

– tidak ada media yang tersisa

– Ketebalan 1,5-2 cm

– Nampan kering

Fungsi masing-masing bahan :

1. Urea/Za berfungsi sebagai sumber nitrogen

2. Gula Pasir berfungsi sebagai sumber makanan sementara sebelum menggunakan limbah cair tempe

3. Asam cuka/Suka sari berfungsi untuk menurunkan pH (pH 3-4)

Penutup

Telah nampak kerusakan di darat maupun dilaut yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri..

Sesungguhnya Alloh SWT lebih menyukai orang-orang yang berbuat baik dimuka bumi daripada orang-orang yang berbuat kerusakan

Daftar Referensi

———-. 2003. Memproduksi Nata De Coco. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah.Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Priyanto, S. 2008. Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair dari Limbah Tempe Di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Banyumas.

Nurosid, 2008. Pelatihan Pembuatan Nata De Soya dari Limbah Tempe Di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Banyumas.

SEMUA JENIS HEWAN BERASAL DARI AIR

SEMUA JENIS HEWAN BERASAL DARI AIR

5 Djulhijah 1429 H, Rabu 3 Desember 2008

Oleh : Nurosid, S.Si

Jika kita perhatikan dan mentadzaburi Surat An-Nur ayat 45 bahwasannya Allah SWT mengajarkan kepada manusia untuk mengambil sebuah pengetahuan dan pelajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an. Semua makhluk Allah SWT yang hidup di muka bumi seperti hewan, tumbuhan dan manusia dalam tubuhnya tersusun oleh unsur yang kompleks. Susunan yang kompleks ini selalu teratur dan rapi, serta tidak ada yang tidak teratur. Allah lah penguasa keteraturan itu. Jika kita perhatikan salah satu unsur terbesar penyusun setiap tubuh makhluk hidup adalah air. Berikut firman Allah dalam surat An-Nur ayat 45 yang menyatakan bahwa semua jenis makhluk hidup diciptakan berasal dari air.

Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka ada sebagian yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh Allah maha kuasa atas segala sesuatu “.

(QS. An-Nur : 45)

Air (H2O) merupakan senyawa ciptaan Allah SWT yang tersusun oleh unsur atom H dan atom O. Seperti penjelasan di atas bahwa Allah SWT menciptakan semua makhluk-Nya berasal dari air. Air adalah unsur komponen kehidupan yang paling penting. Setiap makhluk hidup pasti membutuhkan air, jika tanpa air maka makhluk hidup tidak akan hidup. Demikianlah Allah SWT menciptakan air sebagai unsur terpenting dalam penciptaan makhluk-Nya. Dalam sebuah penelitian, kandungan air dalam otak manusia 83%, ginjal 82%, jantung 79%, paru-paru 80%, tulang 22%, dan darah 90%. Bila kandungan air dalam masing-masing organ tersebut tetap dipertahankan sesuai kebutuhan, maka organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya bila menurun, fungsinya juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus, dll. Maka bisa dibayangkan betapa besar peran air dalam tubuh kita.

Allah SWT berfirman tentang kerajaan-Nya yang besar dan kekuasaan-Nya yang meliputi segaa sesuatu dan bahwasannya Dia telah menciptakan berbagai ragam makhluk yang berbeda-beda bentuk, rupa, gerak, dan harkatnya dan bahwa dia telah menciptakan semua jenis hewan dari air. Diantara jenis hewan itu ada yang berjalan dengan perutnya seperti ular dan sebagainya, ada yang berjalan dengan dua kaki seperti manusia dan burung, ada pula yang berjalan dengan empat kaki seperti kebanyakan binatang ternak seperti lembu, domba, unta dan lain-lain. Semuanya diciptakan dengan kekuasaan-Nya (Tafsir Ibnu katsir surat An-Nur ayat 45, jilid 5 : 478-479).

Coba kita kaji tafsir ayat ini lebih mendalam lagi, Allah menciptakan hewan seperti kambing, sapi, burung, termasuk manusia berasal dari air. Dalam ayat lain di jelaskan bahwa manusia diciptakan berasal dari air, air yang dimaksud di sini adalah air mani. Begitu halnya hewan bisa juga Allah ciptakan dari air mani.

Dan di dalam firman yang lain Allah SWT menjelaskan dalam surat Al-Furqan ayat 54 tentang asal penciptaan manusia “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, laluDia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan yang berasal dari hubungan pernikahan menantu, ipar, mertua dsb) dan tuhanmu adalah maha kuasa”.

Jika kita pernah mengetahui tentang teori evolusi oleh Charles Darwin yang mengatakan semua makhluk hidup di darat berasal dari hasil evolusi hewan air itu adalah teori yang keliru dan salah. Asal usul penciptaan hewan dari air ini sangat baik untuk dikaji dan dipelajri jika kamu ingin mengetahui.

Coba kita perhatikan ciptaan Allah SWT yaitu katak. Katak adalah hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu di darat dan di air sehingga oleh para ilmuwan dinamakan hewan ampibi. Hewan ini jika melakukan reproduksi selalu membutuhkan media air untuk menaruh telur yang telah dibuahi untuk menjadi generasi katak selanjutnya. Kenapa hewan ini tidak melakukan reproduksi di darat saja, padahal dia dapat hidup di darat. Inilah hal yang menarik untuk diteliti kenapa hewan ini membutuhkan media air saat bereproduksi dan menaruh hasil pembuahannya di air?. Hasil penelitian ….katak membutuhkan medium air karena katak termasuk hewan yang melakukan reproduksi eksternal. Artinya, hewan ini saat melakukan pembuahan sel sperma akan membuahi sel telur tanpa harus melakukan ejakulasi terhadap betinanya. Namun, sel telur maupun sel sperma akan bertemu diluar induk katak jantan dan betina. Ada senyawa apa….

Ada sebuah pertanyaan yang muncul, apakah sel sperma dulu yang muncul ataukah hewan dulu yang muncul?. Adanya hewan juga dimulai oleh terjadinya pembuahan sel sperma terhadap sel telur menjadi jigot, morula, blastula, gastrula, berdiferensiasi menjadi bentuk makhluk hidup yang selanjutnya Allah tiupkan ruh kepada makhluk hidup itu. Jika kita lihat teori pusat pengaturan diferensiasi diatur oleh inti sel, inti sel melakukan pembentukan DNA, namun siapakah yang mengatur sel inti tersebut? Tentulah Allah SWT sang pengaturnya.

Sungguh Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus”.

(QS. An-Nur :46).

ALGINAT DAN MANFAAT

Oleh: Nurosid, 09 November 2008

Alginat merupakan polisakarida murni dari asam uronat yang tersusun dalam bentuk asam alginat rantai linier panjang. Polimer murni ini tidak bercabang dan mengandung ikatan 1,4 β asam D-mannuronat dan ikatan 1,4 α asam L-guluronat. Bentuk alginat pada umumnya adalah natrium alginat, yaitu garam alginat yang dapat larut dalam air. Bentuk alginat lain yang larut dalam air adalah kalium alginat atau amonium alginat, sedangkan alginat yang tidak larut dalam air adalah kalsium alginat.

Dalam dunia industri senyawa polimer ini dikenal sebagai bahan yang memiliki manfaat yang cukup penting. Di antaranya dapat digunakan dalam industri farmasi, industri makanan, industri kosmetik, industri tekstil dan pertanian maupun untuk kesehatan. Oleh sebab itulah alginat merupakan bahan baku yang perlu untuk ditingkatkan. Alginat digunakan sebagai biokatalis pada beberapa proses industri seperti produksi ethanol oleh yeast, produksi antibodi monoklonal dari sel hybridoma, penstimulus imunitas sel untuk mensekresi sitokinin seperti faktor α nekrosis tumor (TNF-α), interleukin-1 (IL-1) dan interleukin-6.

Industri tekstil dan kertas menggunakan alginat untuk pengembang pada permukaan kertas dan pakaian. Alginat juga dimanfaatkan pada proses pengolahan air dalam hal proses flokulasio. Alginat dalam industri makanan dimanfaatkan sebagai pengental, misalnya pada es krim, puding, cake, bir, pengembang foam dan minuman rasa buah. Alginat dalam bidang farmasi dimanfatkan sebgai pengemulsi, pemadat dan pembungkus kapsul.